METODOLOGI PENELITIAN
Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, yaitu menganalisis masalah dengan cara mendiskripsikannya melalui tabel, grafik dengan menggunakan software SPSS dan analisis kuantitatif, yaitu menganalisis masalah dengan menggunakan teknik-teknik kuantitatif sebagai berikut analisis regresi dan korelasi berganda. Hipotesis:
Ho: tidak ada hubungan antara biaya promosi dan biaya distribusi terhadap penjualan.
Ha: terdapat hubungan antara biya promosi dan biaya distribuís terhadap penjualan Level of signifikansi sebesar 5% atau 0.05. Dengan ketentuan bahwa, bila diperoleh t-hitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat hubungan dan pengaruh antara biaya promosi dan
biaya distribusi (variabel bebas) dan penjualan (variabel terikat), sebaliknya bila diperoleh hasil t-hitung < t-tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak artinya tidak ada pengaruh signifikan antara biaya promosi dan biaya distribusi terhadap penjualan. Adapun berdasarkan probabilitas, jika probabilitas > 0.05 maka Ho ditolak dan sebaliknya Ho diterima.
PEMBAHASAN
Data Biaya promosi, biaya distribusi dan penjualan.
Berikut ini dalam tabel 1 adalah rekapitulasi data biaya promosi, biaya distribusi dan penjualan PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. dari tahun 1999 sampai tahun 2006. Untuk melihat perkembangan biaya promosi, dan biaya distribusi serta tingkat penjualan dari tahun 1999 sampai dengan 2006 dijelaskan melalui tabel dan grafik. Dengan menggunakan tabel maupun grafik dapat dilihat tingkat kenaikan atau penurunan dari biya promosi, distribusi maupun penjualan. Pada tabel 1 terlihat bahwa perkembangan biaya promosi dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang berfluktuasi.
Dari tabel 1 terlihat perkembangan biaya distribusi yang mengalami kenaikan dari tahun ke tahun kecuali pada tahun 2002 yang mengalami penurunan sebesar Rp 31 milyar. Kenaikan maupun penurunan juga mengalami fluktuasi, misalnya pada tahun 1999 – 2001 mengalami kenaikan sebesr 27.02%, sedangkan pada tahun 2002 mengalami penurunan yang drastis sebesar 34.04% kemudian tahun 2003 mengalami kenaikan sebesar 48.64%, tahun 2004-2005 mengalami penurunan kembalai sebesar 20.96% dan akhirnya pada tahun 2006 mengalami kenaikan sebesar 38.67%.
Selain biaya promosi dan biaya distribusi, pada tabel 1 juga memperlihatkan perkembangan penjualan dari tahun ke tahun secara fluktuasi, baik dilihat dari rupiah maupun persentasenya. Pada tahun 1999-2000 persentase penjualan mencapai 23.42%, sedangkan pada tahun 2000-2001 mengalami penurunan sampai dengan 11.66%. Selama tahun 2002-2003 mengalami kenaikan sebesar 11.83%, tahun 2004 mengalami penurunan sebesar 0.83%, tahun 2005 mengalami kenaikan sebear 3.06% dan pada akhir 2006 mengalami kenaikan sebesr 17.47%. Perkembangan biaya promosi terlihat pada gambar 1, biaya distribusi terlihat pula pada gambar 2 dan tingkat penjualan pada gambar 3. Terlihat dengan jelas terjadinya fluktuasi dari tahun ke tahun.
Grafik :
ANALISIS DAN HIPOTESI
Dari tabel 2, terlihat nilai deskriptif statistik pada masing-masing variabel. Data yang pertama hádala nilai penjualan dimana meannya, Rp 4002.88 milyar serta estándar deviasinya sebesar Rp 8398.811 milyar. Pada data kedua, biaya promosi nilai meannya, Rp 1126.38 milyar dan nilai stándar deviasinya yaitu Rp 273.535 milyar. Data ketiga hádala biaya distribuís dengan nilai meannya sebesar Rp 54.50 milyar dan nilai estándar deviasinya sebesar Rp 25.140 milyar, dengan jumlah perusahaan sebanyak 8 data Untuk menyatakan arah hubungan atau nilai korelasi, perhatikan tabel 3. Nilai significan biaya promosi sebesar 0.000 dan nilai significan untuk biaya distribuís sebesr 0.004 maka bisa dikatakan nilai p = 0.000 atau p<0.05 yang artinya kedua varibael tersebut menolah Ho. Arah hubungan positif pada varibael promosi dan distribuís. Hal ini menunjukkan semakin besar biaya promosi dan biaya distribusi akan membuat penjualan pada PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. cenderung meningkat.
Pada tabel 4, tabel ANOVA di dapat uji F yang telah menguji variabel promosi dan distribusi kan mempengaruhi nilai regresi. Di dapat nilai F sebesar 20.906 dengan p = 0.000.Oleh karena p < 0.05 maka regresi dapat dipakai untuk memprediksi variabel penjualan atau secara bersama-sama variabel promosi dan distribuís pada taraf 95% atau dapat dikatakan biaya promosi dan biaya distribuís secara bersama-sama berpengaruh terhadap penjualan.
Hipótesis: H0 = ß = 0 dan H1 = ß ≠ 0 Dengan menggunakan derajat keyakinan 95% atau taraf nyata 5% serta derajat bebas dari df1 = 2 dan df2 = 5 maka nilai F (0.05, 2.5) = 5.786 atau 5.79. Kesimpulan F hitung = 20.906 > 5.79, maka Ho di tolak. Secara simultan semua variabel mempunyai nilai signifikan dan mempengaruhi terhadap variabel yang terkait. Sedangkan pada kolom signifikan adalah 0.000 atau probabilitas jauh di bawah 0.05, maka Ho di tolak atau koefisien regresi signifikan atau biaya promosi dan biaya distribusi benar-benar berpengaruh secara signifikan terhadap penjualan.
Ada 3 variabel :
1. Distribusi langsung
2. Distribusi tidak langsung
3. Promosi
Ho : tidak ada hubungan antara biaya promosi dan biaya distribusi dengan volume penjualan
Ha : terdapat hubungan antara biaya promosi dan biaya distribusi terhadap volume penjualan