Rabu, 07 November 2012

TUGAS SOFTSKILL 1 ETIKA BISNIS



1.Pengertian Etika
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.
Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu: usila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). Dan yang kedua adalah Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak.
Menurut para ahli, etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini:
- Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
- Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
- Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
Filsuf Aristoteles, dalam bukunya Etika Nikomacheia, menjelaskan tentang pembahasan Etika, sebagai berikut:
Terminius Techicus, Pengertian etika dalam hal ini adalah, etika dipelajari untuk ilmu pengetahuan yang mempelajari masalah perbuatan atau tindakan manusia.
Manner dan Custom, Membahas etika yang berkaitan dengan tata cara dan kebiasaan (adat) yang melekat dalam kodrat manusia (In herent in human nature) yang terikat dengan pengertian “baik dan buruk” suatu tingkah laku atau perbuatan manusia.
Pengertian dan definisi Etika dari para filsuf atau ahli berbeda dalam pokok perhatiannya; antara lain:
• Merupakan prinsip-prinsip moral yang termasuk ilmu tentang kebaikan dan sifat dari hak (The principles of morality, including the science of good and the nature of the right)
• Pedoman perilaku, yang diakui berkaitan dengan memperhatikan bagian utama dari kegiatan manusia. (The rules of conduct, recognize in respect to a particular class of human actions)
• Ilmu watak manusia yang ideal, dan prinsip-prinsip moral sebagai individual. (The science of human character in its ideal state, and moral principles as of an individual)
• Merupakan ilmu mengenai suatu kewajiban (The science of duty)
Contoh Etika
Dalam membahas Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis, yaitu sama halnya dengan berbicara moral (mores). Manusia disebut etis, ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya, antara rohani dengan jasmaninya, dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. Termasuk di dalamnya membahas nilai-nilai atau norma-norma yang dikaitkan dengan etika, terdapat dua macam etika (Keraf: 1991: 23), sebagai berikut:
1.      Etika Deskriptif
Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis.
2.      Etika Normatif
Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Jadi Etika Normatif merupakan normanorma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat.
Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi, yaitu sebagai berikut:
1. Jenis pertama, etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia.
2. Jenis kedua, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama.
Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma, karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat, akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik.
3. Jenis ketiga, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif, dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta, cukup informasi, menganjurkan dan merefleksikan. Definisi etika ini lebih bersifat informatif, direktif dan reflektif.





2. Pengertian Bisnis
Bisnis
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.

Bentuk dasar kepemilikan bisnis
Meskipun bentuk kepemilikan bisnis berbeda-beda pada setiap negara, ada beberapa bentuk yang dianggap umum:
  • Perusahaan perseorangan: Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
  • Persekutuan: Persekutuan adalah bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit. Sama seperti perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi persekutuan komanditer dan firma.
  • Perseroan: Perseroan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta perusahaan.
  • Koperasi: adalah bisnis yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya. Karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Klasifikasi
Bisnis terdiri dari berbagai macam tipe, dan, sebagai akibatnya, bisnis dapat dikelompokkan dengan cara yang berbeda-beda. Satu dari banyak cara yang dapat digunakan adalah dengan mengelompokkan bisnis berdasarkan aktivitas yang dilakukannya dalam menghasilkan keuntungan.
  • Manufaktur adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan. Contoh manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang fisik seperti mobil atau pipa.
  • Bisnis jasa adalah bisnis yang menghasilkan barang intangible, dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh bisnis jasa adalah konsultan dan psikolog.
  • Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen. Kebanyakan toko dan perusahaan yang berorientasi-konsumen adalah distributor atau pengecer. lihat pula: Waralaba
  • Bisnis pertanian dan pertambangan adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.
  • Bisnis finansial adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.
  • Bisnis informasi adalah bisnis menghasilkan keuntungan terutama dari pejualan-kembali properti intelektual (intelellectual property).
  • Utilitas adalah bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air, dan biasanya didanai oleh pemerintah.
  • Bisnis real estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan bangunan.
  • Bisnis transportasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.

Kamis, 21 Juni 2012

latar belakang PI


BAB I
PENDAHULUAN
   
1.1.         Latar Belakang Masalah

Motivasi berasal dari bahasa Latin ‘movere’ yang berarti bergerak atau bahasa Inggrisnya ‘to move’. Motivasi tidak dapat dipisahkan dari kata motif. Kata motif diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang unuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam diri subjek untuk melakukan aktivitas tertentu demi mencapai sesuatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi internal. Berawal dari kata motif itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau mendesak.
Motivasi adalah keadaan umum yang membuat kita dapat memprediksi perilaku dalam banyak situasi yang berbeda.  Motivasi tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dengan faktor- faktor lain, baik faktor eksternal (contohnya seperti, karyawan yang bekerja keras agar dapat penghasilan lebih mapan), maupun faktor internal (contohnya seperti, rasa lapar ingin makan, rasa haus ingin minum). Hal tersebut menunjukan bahwa perilaku itu didorong dan diarahkan ke tujuan. Biasanya individu yang menunjukan perilaku yang ingin mencapai suatu tujuan tersebut cenderung untuk menetap. Suatu istilah yang menunjuk ke kekuatan yang mendorong dan mengarahkan keberhasilan perilaku yang tetap ke arah tujuan tertentu disebut juga sebagai “motivasi”. 
Motivasi tidak dapat diamati secara langsung, tetapi tidak dapat diketahui atau disimpulkan (inferenced) dari perilaku. Motivasi seseorang dapat diketahui dari apa yang dikatakan dan apa yang dilakukannya. Kita tidak harus sadar akan motivasi kita, orang lain dapat menyimpulkan tentang motivasi kita walaupun kita sendiri tidak menyadarinya. Perilaku tersebut dapat didorong oleh motivasi yang tidak disadari (unconscious motivation), yang merupakan konsep utama dalam teori psikoanalisis.
Motivasi bisa berfungsi sebagai alat untuk melakukan penjelasan (explanation) mengenai perilaku. Kebanyakan penjelasan yang kita berikan setiap hari berkaitan dengan motivasi. Orang yang mengenal motivasi dapat menjelaskan mengapa anda berperilaku dengan cara tertentu. Karenanya para psikolog kepribadian dan klinis memberi tekanan begitu besar pada motivasi.
Motivasi juga berfungsi untuk membantu melakukan prediksi tentang perilaku. Apabila seseorang dapat menyimpulkan dengan benar motivasi seseorang maka ia dapat memprediksikan perilakunya di masa yang akan datang.
Rendahnya Kinerja ditandai dengan berbagai fenomena yang dapat diidentifikasi sebagai berikut:
• Rendahnya mutu pelayanan kepada masyarakat
• Banyak keluhan dari masyarakat yang dilayani
• Banyak kesalahan yang dilakukan oleh karyawan
• Banyak keluhan dari karyawan
• Banyak karyawan yang mangkir kerja.
Masalah rendahnya kinerja disebabkan oleh beberapa faktor, meliputi:
• Kurangnya keterampilan dan pengetahuan
• Kurang insentif atau kurang tepatnya insentif diberikan
• Lingkungan kerja yang tidak mendukung
• Tidak adanya motivasi.
Rendahnya kinerja pegawai disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan dibidang tugasnya. Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki masih terlalu umum, karena pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kegiatan organisasi sangat bervariasi, tergantung pada tujuan masing-masing organisasi yang bersangkutan.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, motivasi mempunyai arti, dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu atau usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya
T. Hani Handoko(2003:252) mengemukakan bahwa motivasi adalah keadaan pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan. Hal ini menggambarkan bahwa kuat dan lemahnya motivasi kerja seorang pegawai ikut menentukan besar kecilnya tingkat kinerjanya.
Motivasi merupakan alat penggerak yang mendorong seseorang untuk melakukan aktifitas-aktifitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu motivasi juga merupakan salah satu faktor penentu hasil kerja orang di samping kemampuan. Sedangkan sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja disebut motivasi kerja.
Penulis yakin bahwa motivasi kerja yang kondusif menimbulkan pengaruh positif terhadap kinerja pegawai dalam suatu organisasi. Oleh karena itu dalam penelitian ini, penulis berkeinginan untuk mengetahui “PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA PT. MANGGALA KIAT ANANDA, JAKARTA.


NOUN CLAUS DAN CONCUNCTION


NOUN CLAUSE
Noun clause adalah klausa yang berfungsi sebagai nomina.
Noun clause dapat menduduki posisi-posisi berikut:
  1. Subjek kalimat 
  2. Objek verba transitif 
  3. Objek preposisi 
  4. Pelengkap 
  5. Pemberi keterangan tambahan 
Contoh Noun Clause :
1. Noun Clause sebagai Subjek Kalimat
v  What you said doesn’t convince me at all.
v  How he becomes so rich makes people curious.
2. Noun Clause sebagai Verba Transitif ( Object of a Transitive verb )
v  I don’t understand what he is talking about.
v  He said that his son would study in Australia 
3. Noun Clause Sebagai Preposisi ( object of a Preposition )
v  Please listen to what your teacher is saying.
v  Be careful of what you’re doing
4. Noun Clause sebagai Pelengkap ( Completment )
v  This is what I want.
v  That is what you need.
5. Noun Clause sebagai Pemberi Keterangan Tambahan ( Noun in Apposition )
v  The idea that people can live without oxygen is unreasonable.
v  The fact that Rudi always comes late doesn’t surprise me.
 




Noun Clause Exercise
Find out the noun clauses in the following sentences and state what purpose they serve.
A.    He said that he would not go.
B.    He said that he was not feeling well.
C.    I don’t know where he has gone.
D.    The news that he is alive has been confirmed.
E.    It is certain that we will have to admit defeat.

Answers
A.    Here the noun clause ‘that he would not go’ is the object of the verb said.
B.    Here the noun clause ‘that he was not feeling well’ is the object of the verb said.
C.    Here the noun clause ‘where he has gone’ is the object of the verb know.
D.    Here the noun clause ‘that he is alive’ is in apposition to the noun news.
E.    Here the noun clause ‘that we will have to admit defeat’ is in apposition to the pronoun it.

 














CONJUNCTION

   A.  Pengertian
Dalam bahasa Indonesia ‘conjunction’ disebut juga sebagai kata penghubung, perangkai, ataupun kata sambung.

    B.     Bentuk-bentuk conjunctions/ kata penghubung
1.   Coordinating conjunction
Contoh kata penghubung coordinating yaitu: for, and, nor, but, or, yet, and so. Untuk memudahkan biasa disingkat FANBOYS.
 Arti dalam kalimat:
a.    For yang berarti ‘karena.’
b.   And yang berarti ‘dan.’
c.    Nor yang berarti ‘dan.’
d.   But yang berarti ‘tetapi.’
e.    Yet yang berarti ‘namun.’
f.    Or yang berarti ‘atau.’
g.   So yang berarti ‘jadi/ oleh karena itu.’

2.   Correlative conjunction
Contohnya: both…and;  not only…but also; either…or; neither…nor.
 Arti dalam kalimat:
a.    Both…and yang beramakna ‘keduanya’
b.   Not only…but also yang bermakna ‘tidak hanya…tapi juga’
Ketika ada dua subjek yang dihubungkan oleh not only…but also, either…or, or neither…nor’ maka subject yang lebih dekat dengan kata kerja yang akan menentukan apakah kata kerjanya berbentuk tunggal atau jamak.
c.    Either…or yang bermakana ‘baik…atau/juga’
d.   Neither…nor yang bermakna ‘baik…maupun…tidak’


3.   Subordinating conjunction
Contoh kata penghubung ‘subordinating’ yaitu sebagai berikut.
Time: until, by the time, once, whenever, every time etc.
Cause and effect: because, now that, since etc.
Contrast: even though, although, though etc.
Direct contrast: while, whereas etc.
Condition: if, unless, only if, whether or not, even if, in case, in the even that etc.
Contoh dalam bentuk kalimat:
·      Because he was sleepy, he went to bed. [memakai koma]
·      Since it’s raining, I can’t go to campuss. [memakai koma]
‘Since’ berarti ‘karena’, dan ‘now that’ berarti ‘karena sekarang.’

Conjunction Exercise

1. I like both dogs ______ cats. 
A. Also
B. But
C. And
D. If
Jawabannya C

2. The items are on sale in the local store _____ not online.
A. But
B. And
C. Though
D. Or
Jawabannya B

3. Neither my mother _____ my father will be able to attend the party on Sunday. 
A. Or
B. But not
C. And
D. Nor
Jawabannya D

http://edukasi.kompasiana.com/2012/04/26/noun-clause/


Nama : Junaidy Chandra
Npm : 10209404
kelas : 1ea21