BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang Masalah
Motivasi berasal dari bahasa Latin ‘movere’ yang berarti bergerak atau bahasa Inggrisnya ‘to move’. Motivasi
tidak dapat dipisahkan dari kata motif. Kata motif
diartikan
sebagai daya upaya yang mendorong seseorang unuk
melakukan
sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari
dalam
diri subjek untuk melakukan aktivitas tertentu demi mencapai
sesuatu
tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi
internal. Berawal dari kata motif itu,
maka motivasi dapat diartikan sebagai
daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif
pada
saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan
sangat
dirasakan atau mendesak.
Motivasi adalah keadaan umum yang membuat kita dapat memprediksi perilaku
dalam banyak situasi yang berbeda. Motivasi tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dengan faktor- faktor lain, baik faktor
eksternal (contohnya seperti, karyawan yang bekerja keras agar dapat penghasilan lebih mapan),
maupun faktor internal (contohnya seperti, rasa lapar ingin makan, rasa
haus ingin minum). Hal tersebut menunjukan bahwa perilaku itu didorong dan
diarahkan ke tujuan. Biasanya individu yang menunjukan perilaku yang ingin
mencapai suatu tujuan tersebut cenderung untuk menetap. Suatu istilah yang
menunjuk ke kekuatan yang mendorong dan mengarahkan keberhasilan perilaku yang
tetap ke arah tujuan tertentu disebut juga sebagai “motivasi”.
Motivasi tidak dapat diamati secara langsung, tetapi tidak dapat
diketahui atau disimpulkan (inferenced)
dari perilaku. Motivasi seseorang dapat diketahui dari apa yang dikatakan dan apa
yang dilakukannya. Kita tidak harus sadar akan motivasi kita, orang lain dapat menyimpulkan tentang motivasi kita walaupun kita
sendiri tidak menyadarinya. Perilaku tersebut dapat didorong oleh motivasi yang
tidak disadari (unconscious motivation),
yang merupakan konsep utama dalam teori psikoanalisis.
Motivasi bisa berfungsi sebagai alat untuk melakukan penjelasan (explanation) mengenai perilaku.
Kebanyakan penjelasan yang kita berikan setiap hari berkaitan dengan motivasi.
Orang yang mengenal motivasi dapat menjelaskan mengapa anda berperilaku dengan
cara tertentu. Karenanya para psikolog kepribadian dan klinis memberi tekanan
begitu besar pada motivasi.
Motivasi juga berfungsi untuk membantu melakukan
prediksi tentang perilaku. Apabila seseorang dapat menyimpulkan dengan benar
motivasi seseorang maka ia dapat memprediksikan perilakunya di masa
yang akan datang.
Rendahnya
Kinerja ditandai dengan berbagai fenomena yang dapat diidentifikasi sebagai
berikut:
•
Rendahnya mutu pelayanan kepada masyarakat
•
Banyak keluhan dari masyarakat yang dilayani
•
Banyak kesalahan yang dilakukan oleh karyawan
•
Banyak keluhan dari karyawan
•
Banyak karyawan yang mangkir kerja.
Masalah
rendahnya kinerja disebabkan oleh beberapa faktor, meliputi:
•
Kurangnya keterampilan dan pengetahuan
•
Kurang insentif atau kurang tepatnya insentif diberikan
•
Lingkungan kerja yang tidak mendukung
•
Tidak adanya motivasi.
Rendahnya
kinerja pegawai disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan dibidang
tugasnya. Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki masih terlalu umum, karena
pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kegiatan organisasi sangat
bervariasi, tergantung pada tujuan masing-masing organisasi yang bersangkutan.
Menurut
kamus besar bahasa Indonesia, motivasi mempunyai
arti,
dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak
sadar
untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu atau
usaha
yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu
tergerak
melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang
dikehendakinya
atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya
T.
Hani Handoko(2003:252) mengemukakan bahwa motivasi adalah keadaan pribadi
seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu
guna mencapai tujuan. Hal
ini menggambarkan bahwa kuat dan lemahnya motivasi kerja seorang pegawai ikut
menentukan besar kecilnya tingkat kinerjanya.
Motivasi
merupakan alat penggerak yang mendorong seseorang untuk melakukan
aktifitas-aktifitas
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu motivasi juga merupakan salah
satu faktor penentu hasil kerja orang di samping kemampuan. Sedangkan sesuatu
yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja disebut motivasi kerja.
Penulis
yakin bahwa motivasi kerja yang kondusif menimbulkan pengaruh positif terhadap
kinerja pegawai dalam suatu organisasi. Oleh karena itu dalam penelitian ini,
penulis berkeinginan untuk mengetahui “PENGARUH
MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA PT. MANGGALA KIAT ANANDA, JAKARTA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar