Kamis, 21 Juni 2012

latar belakang PI


BAB I
PENDAHULUAN
   
1.1.         Latar Belakang Masalah

Motivasi berasal dari bahasa Latin ‘movere’ yang berarti bergerak atau bahasa Inggrisnya ‘to move’. Motivasi tidak dapat dipisahkan dari kata motif. Kata motif diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang unuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam diri subjek untuk melakukan aktivitas tertentu demi mencapai sesuatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi internal. Berawal dari kata motif itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau mendesak.
Motivasi adalah keadaan umum yang membuat kita dapat memprediksi perilaku dalam banyak situasi yang berbeda.  Motivasi tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dengan faktor- faktor lain, baik faktor eksternal (contohnya seperti, karyawan yang bekerja keras agar dapat penghasilan lebih mapan), maupun faktor internal (contohnya seperti, rasa lapar ingin makan, rasa haus ingin minum). Hal tersebut menunjukan bahwa perilaku itu didorong dan diarahkan ke tujuan. Biasanya individu yang menunjukan perilaku yang ingin mencapai suatu tujuan tersebut cenderung untuk menetap. Suatu istilah yang menunjuk ke kekuatan yang mendorong dan mengarahkan keberhasilan perilaku yang tetap ke arah tujuan tertentu disebut juga sebagai “motivasi”. 
Motivasi tidak dapat diamati secara langsung, tetapi tidak dapat diketahui atau disimpulkan (inferenced) dari perilaku. Motivasi seseorang dapat diketahui dari apa yang dikatakan dan apa yang dilakukannya. Kita tidak harus sadar akan motivasi kita, orang lain dapat menyimpulkan tentang motivasi kita walaupun kita sendiri tidak menyadarinya. Perilaku tersebut dapat didorong oleh motivasi yang tidak disadari (unconscious motivation), yang merupakan konsep utama dalam teori psikoanalisis.
Motivasi bisa berfungsi sebagai alat untuk melakukan penjelasan (explanation) mengenai perilaku. Kebanyakan penjelasan yang kita berikan setiap hari berkaitan dengan motivasi. Orang yang mengenal motivasi dapat menjelaskan mengapa anda berperilaku dengan cara tertentu. Karenanya para psikolog kepribadian dan klinis memberi tekanan begitu besar pada motivasi.
Motivasi juga berfungsi untuk membantu melakukan prediksi tentang perilaku. Apabila seseorang dapat menyimpulkan dengan benar motivasi seseorang maka ia dapat memprediksikan perilakunya di masa yang akan datang.
Rendahnya Kinerja ditandai dengan berbagai fenomena yang dapat diidentifikasi sebagai berikut:
• Rendahnya mutu pelayanan kepada masyarakat
• Banyak keluhan dari masyarakat yang dilayani
• Banyak kesalahan yang dilakukan oleh karyawan
• Banyak keluhan dari karyawan
• Banyak karyawan yang mangkir kerja.
Masalah rendahnya kinerja disebabkan oleh beberapa faktor, meliputi:
• Kurangnya keterampilan dan pengetahuan
• Kurang insentif atau kurang tepatnya insentif diberikan
• Lingkungan kerja yang tidak mendukung
• Tidak adanya motivasi.
Rendahnya kinerja pegawai disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan dibidang tugasnya. Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki masih terlalu umum, karena pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kegiatan organisasi sangat bervariasi, tergantung pada tujuan masing-masing organisasi yang bersangkutan.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, motivasi mempunyai arti, dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu atau usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya
T. Hani Handoko(2003:252) mengemukakan bahwa motivasi adalah keadaan pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan. Hal ini menggambarkan bahwa kuat dan lemahnya motivasi kerja seorang pegawai ikut menentukan besar kecilnya tingkat kinerjanya.
Motivasi merupakan alat penggerak yang mendorong seseorang untuk melakukan aktifitas-aktifitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu motivasi juga merupakan salah satu faktor penentu hasil kerja orang di samping kemampuan. Sedangkan sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja disebut motivasi kerja.
Penulis yakin bahwa motivasi kerja yang kondusif menimbulkan pengaruh positif terhadap kinerja pegawai dalam suatu organisasi. Oleh karena itu dalam penelitian ini, penulis berkeinginan untuk mengetahui “PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA PT. MANGGALA KIAT ANANDA, JAKARTA.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar